Ketika Saya Overload

Hanya sekedar muntahan mesin... mungkin sekilas autobiografi, namun terlalu muluk, karena autobiografi dilegalkan bagi yang telah berhasil dalam pencapaian publik.. tapi, setidaknya untuk menghargai sejarah hidup ini,,, dan terangkum dalam Amartaniesme... check my vomit!!!Inilah upaya saya untuk memuntahkan semua yang menggelitik di otak, agar tidak overload dan mengkerak di alam bawah sadar saya sehingga mengganggu saya dengan mimpi-mimpi aneh yang tunggang langgang menjajaki malam-malam saya.

SELAMAT DATANG

untuk menikmati muntahan saya...
Jumat, 13 Februari 2015 0 komentar

come back

Kembali menuliskan apa yang tidak tertulis

Sebenar benarnya mata ini terus melihat, hati ini terus merasakan hal yang entah, pikiran ini tetap berjalan keras mencerna hal-hal yang lunak sampai yang keras tak tercerna. tapi kemauan itu enggan bergerak menopang apa yang terus mengisi dan hilang begitu saja tak berwujud.

Inilah kenyataan babak yang hilang tanpa bekas. sejarah tanpa identitas. dan rasanya harus segera buang hajat sebelum otomatis digerus oleh kapasitas otak yang penuh sesak..

come back home, come back please
Sabtu, 08 November 2014 0 komentar

Masakan Dan Rindu Bapak

Meski ibu tak bisa masak
Dalam tiba-tiba masakannya merindu desak,
Ini memaksaku pulang
Menuju kenangan.

Dalam tiba tiba rindu masakan ibu
Dan ambisiku pun menggebu
Aku harus segera datang
Menuju kenangan.

Tiba tiba rindu itu kenyataan
Ibu masih tak bisa masak
Karena kerinduannya kepada bapak.

Dan ambisiku tak henti
Ternyata ibu hanya memasak nasi
Untuk mengobati kerinduanku,
Aku pun memakannya
Meski hanya nasi
Untuk mengobati kerinduannya pada bapak.


St. Manggarai - Jakarta
8 november 2014


Senin, 26 Agustus 2013 0 komentar

dia menanyakan tuhan

Dia mengatakan bahwa saya ini kacau, tanpa identitas agama.. Dia mengatakan bahwa saya ini krisis Ketuhanan... Maaf, saya mencintai Tuhan... Kau tak mengerti itu meski saya jelaskan dengan panjang lebar.. saya mencintai Tuhan, mencintai alam, mencintai orang tua dan mencintai calon anak saya kelak... Kau tak mengerti itu... Biarlah hubungan saya dengan Tuhan hanya antara saya dengan Tuhan saya, mutlak bukan urusan mu.. Tuhan saya mengerti itu dan otak mu tak memahami itu...Maaf, jangan kau hakimi aku dengan pemahaman Ketuhanan berdasarkan otakmu.. silahkan bercermin terlebih dahulu apa yang sudah kau berikan pada Tuhan mu...
Senin, 19 Agustus 2013 2 komentar

TEMAN


Aku lahir waktu itu sendiri, semenjak aku belum mengerti apa-apa, Ibu dan Bapak saja yag menemani, membantu belajar bicara, membantu pertama kali kakiku bias melangkah, hingga membantu bermain, dan membantu mencarikan serta menjagaku dengan teman sebaya untuk aku belajar bersosialisasi.
Jika aku anak pertama, orangtuaku menganggap aku sendiri lalu mereka menghadirkan saudara untuk menemaniku di rumah.
Dan aku beranjak besar, di sekolah, di lingkungan tetangga, di sanggar, di tempat belajar agama. Aku kenal orang-orang baru yang menjadi teman bagiku. Aku dan temanku belajar berpikir bersama, belajar saling memahami satu sama lain. Ada diantara mereka yang mengaku sahabat.
Lalu aku semakin beranjak dewasa dengan tanda kelamin ini telah memperkerjakan hormon-hormonnya. Aku mendapat teman baru yang mampu menemani hormonku dengan impuls yang mengirim kelaminku menjadi berdenyut dan merangsang adrenalin serta mengeluarkan hormon dophamin dari otakku. Dan dia mengaku  sebagai pacar, mengaku mencintai, dan memberi harapan untuk menemani sampai mati. Teman yang seperti ini muncul dan hilang.
0 komentar

EMPAT CINTA SEJATI


Bercinta adalah kata konotatif dari kegiatan kelamin yang bertemu dan saling menikmati tubuh sampai mendapat kepuasan satu sama lain, kata lainnya adalah bersetubuh.
Bercinta berarti mempersatukan tubuh dengan cinta, meemberi cinta yang ada dalam hati dan menerima cinta dengan hati.
Cinta sejati itu cinta yang tak akan pernah mati.. ada 4 cinta sejati bagi saya.
Buat saya cinta sejati itu adalah cinta kepada Tuhan, karena saya bersetubuh dengan Tuhan, bercinta dengan Tuhan, dalam tubuh saya tersimpan unsur-unsur ke-Tuhanan, unsur-unsur yang senyawanya tidak dapat didefinisikan dan dipecah menjadi ion negatif, positif atau netral. Unsur gaib,  yang hanya bisa dirasa namun tak dapat dicitra dengan panca indra. Unsur ini tak dapat pula dipecah menjadi oposisi biner. Unsur yang bersifat monolitik bersifat ke-Tuhanan. Yakni pikiran, perasaan, ingatan, kesadaran serta jiwa yang menjadi pusat dari segala apapun yang ada di dalam diri saya. Inilah bukti bahwa saya bersetubuh dengan Tuhan, saya mencintai Tuhan, karena Dia menyatu mengalir dalam diri saya selamanya.
Senin, 15 Juli 2013 0 komentar

MEMBICARAKAN TUHAN


Tuhan itu bukan satu. Tapi karena kita tidak tahu.
Bilangan cacah itu payah, bilangan yang ada didunia untuk membeda-bedakan sesuatu. Padahal jika kau adalah makhluk yang mengaku milik Tuhan, kau pasti tak akan mau jika Tuhan yang kau miliki ditimbang dengan sesuatu, “bilangan cacah”.

Tuhan tak bisa diukur dengan apapun, kita bisa mengukur karena kita berada di dunia yang tak memiliki sifat dasar Ketuhanan. Jadi mulut besar saja kita jika dalam hati kau  tersimpan Tuhan Yang Maha Satu.

Dunia saya adalah dualisme sementara Tuhan itu monolitik. Tuhan tak punya kamus baku antara laki-laki perempuan, rasa sakit rasa senang. Itu adalah kamus di dunia saya yang bangsat. Yang tak bisa saya pungkiri karena saya dan dunia saya ini adalah satu kesatuan untuk saling mengisi.

Tuhan itu bukan satu, tapi memiliki sifat kesatuan, tak terbagi atas apapun, tak ada panas dan dingin, tak ada sakit dan senang, tak ada laki-laki dan perempuan.

Jika Yesus berhasil menjadi Tuhan, jika Budha juga berhasil menjadi Tuhan, maka kau manusia yang juga sama seperti Yesus dan Budha, kau pun atau saya juga punya kesempatan sama untuk menjadi Tuhan. Dengan perjalanan panjang terlebih dahulu menikmati alam dualisme untuk berada di alam monolitik. Bukan  putus asa lalu tiba-tiba memutus dualitas dengan menjadi biarawati atau bhiksuni.


Amartanie Oktaviana
Jakarta, 6 Juli 2013
16:03 WIB
0 komentar

PERJALANAN SEORANG KELAMIN


Sampai sekarang saya bingung, apa sebenarnya hubungan antara kelamin dengan hati. Dulu ketika kelamin saya tak tersentuh, sepertinya hati saya baik-baik saja, berfungsi normal, dapat berkompromi dengan logika.

Perjalanan kelamin ini bermula dari kebodohan akan sebuah rasa. Rasa yang pertama kali muncul saat pertama kali kelamin tersetuh. Entah apa yang terjadi, saat kelamin itu kembang kempis sesak karena udara bekurang untuk menyempil masuk akibat benda tajam yang menusuk nusuk. Ada satu serabut neuron yang tumbuh lantang terus memanjang hingga mengakar di lumbung rasa.

Keadaan yang aneh, rasa bercampur toksik. Ia meluber leleh seperti es krim kepanasan. Perlahan menetes dan ada satu tetesan membeku abadi, keras dan tak terganggu gugat.

Sebenarnya tetesan itu adalah dendam, yang mengkerak menjadi fosil batu.  Fosil yang tak disadari, yang lama-lama mengganjal, sakit lah rasa diatasnya.

Dan saya ini menjadi sebuah tubuh yang menyimpan fosil batu yang mengkerak di bawah rasa. Tidak hanya satu tapi sudah terkumpul beberapa. Batu-batu akibat dari kebodohan semu akan pembagian genetik budaya dari benda-benda fisik dan non fisik dalam oposisi biner tai babi.

Sebenarnya rasa itu agung, manifestasi yang bersifat Ketuhanan, bersifat monolitik, bebas berkembang melayang mendobrak dualitas anjing.

Fosil yg menyebabkan rasa sakit, sepertinya adalah wujud dari peperangan antara ranah duniawi dan ketuhanan. Rasa itu tak mengenal dualitas. Tapi sampai kapanpun menjadi kambing hitam, korban dari dualitas

Rasa tak berkelamin, ghaib, metafisis, supra naturalis. Tapi kini rasa yang saya miliki mencium aura sakit, determinasi dari oposisi sehat.
Saya ingin menjadi Tuhan seperti Budha, mereka kehilangan rasa untuk moksa abadi. Lebih tepat mematikan rasa yang selalu dikambing hitamkan setiap saat, dipermaikan setiap waktu. agar saya tak lagi menjadi makhluk yang dapat merasakan dualitas ini. Bukan makhluk yang dipermaikan, makhluk sakit jiwa, yang hanya sementara waktu saja tidak dapat mengfungsikan rasa.

Akhirnya saya memilih menjadi makhluk yang seperwaktu saya sengaja saya buat hilang, untk sejenak menikmati sifat Ketuhanan. Dengan menghentikan fungsi otak sadar saya sehingga saya berada di ambang alam astral, alam yang dekat dengan sifat Ketuhanan. Terimakasih tumbuhan-tumbuhan berjiwa supra, telah membantu mengunci otak sadar saya. Yang telah menjadikan seperwaktu saya menjadi makhluk sakit jiwa, makhluk yang merasakan sifat Ketuhanan.

(Aku lebih baik dibenci  sebagai diriku sebenarnya, ketimbang jadi munafik untuk disukai orang…… Thanks Curt Cobain)


Amartanie Oktaviana
Jakarta, 6 Juli 2013
15:43 WIB
Minggu, 14 Juli 2013 0 komentar

MISTISISME (cinta itu mistis)

sifat yang tidak bisa diraba namun dapat dirasa adalah sifat-sifat metafisis,
tidak seperti sebuah badan bisa kau raba, kau cium, kau lihat...

Cinta itu buat saya adalah sebuah benda yang mistis,
benda metafisis..
hanya bisa dirasa namun tak teraba...

hadirnya cinta seperti sebuah ilham yang tiba-tiba ada melewati logika
melompati kompromi dan prinsip...
sesuatu yang hadir secara ghaib

mengapa saya bilang ghaib...
cinta itu rasa suka, sebuah ketertarikan kepada sesuatu
jika saya kebetulan sedang berada di jalan dan melewati toko sepatu...
tiba-tiba saya ingin masuk ke toko itu
melihat-lihat sepatu apa saja yang ada didalamnya
ketika mata saya menyisir satu sepatu demi sepatu
ada sebuah yang mencuri pandangan saya
bisa saja karena saya telah memiliki standart sebelumnya atau memang sepatu itu memiliki desain unik yang belum saya miliki..
disinilah hadir chemistry yang jelas tidak logis karena saya ingin memilikinya
saya berusaha dengan cara apapun untuk mendapatkan sepatu itu
dan akhirnya chemistry yang hadir menjadi keberuntungan saya.

kini sang sepatu mulai menemani kaki saya setiap hari
membuat saya percaya diri
menambah penampilan saya menjadi indah
saya pun merawatnya baik-baik akhirnya...
saya cuci, saya semir
dan saya tak mau jika sepatu ini hilang karena waktu yang bertambah membuat sang sepatu berarti untuk saya.. mencetak nilai historis dalam diri saya.

timbulalah rasa sayang dari diri saya terhadap sepatu itu...

dan chemistry yang tiba-tiba hadir kepada saya ini, saya sebut sebagai rasa suka saya, sebuah cinta yang bersifat ghaib, tak bisa di logika, aneh, bisa pula menjadi kejam...
tapi itulah cinta, berusaha melonjak untuk ingin memiliki..

dan kejujuran saya adalah saya mengaku belum memiliki rasa sayang
karena ia hadir membutuhkan waktu
mendasari penilaian apakah kau punya arti untuk saya kelak..

karena sifat yang mistis itu sebenarnya saya tak membutuhkan cinta yang besar
tapi saya butuh komitmen dan dan tanggungjawab ketika memutuskan untuk saling memiliki
waktu akan memberi saya ruang untuk bernafas dengan hembusan sayang nanti...


Amartanie Oktaviana
jakarta, 14 juli 2013
19:10 WIB
at a break time from Van Der Wijck

Sabtu, 06 Juli 2013 0 komentar

erupsi diri: itulah saya

Jika kau tanyakan sebuah kemarahan, saya ini orang yang gampang meletupkan kemarahan menjadi sebuah erupsi

Rasanya seperti ada yg sengaja mempermainkan perasaan saya, entah Tuhan, keadaan, kamu atau kebodohan saya..

Sebenarnya kemarahan itu berusaha meledak, tp saya malu, takut jika ternyata kebodohan sayalah yg mempermaikan perasaan saya sendiri..
1 komentar

the rules

Saya tidak butuh agama ataupun selaput dara untuk menjadi manusia bermoral..

Jika saya tidak dapat menentukan kebenaran dari kesalahan lalu saya tak memiliki empati,

Bukan agama atau selaput dara
Minggu, 05 Agustus 2012 0 komentar

ILUSI SERUNI


Seruni Munandar, siang itu bersandar lunglai di ujung peraduan mimpi sebuah kursi goyang dekat kolam renang kecil di rumahnya. Tanaman hias yang berbaris di kolam itu telah menjulang agak tinggi menjadi pohon, tampaklah akar berusaha keluar membuat pot-pot retak. Angin pun berhembus dan terdengar dari tanaman meski tak mampu membelai rambut Ibu Seruni. Setidaknya udara siang ini tidak menghindar mengantarkan sebuah mimpi untuk sejenak merayunya bernapas lega, meski hanya melalui ilusi.

Mimpi berkehendak, ilusi bukan hanya dalam mimpi anggap Seruni kini. Dulu pertama kali Seruni jatuh cinta pada Akhirul suaminya yang akhirnya hubungan persenggamaan mereka dilegalkan oleh institusi agama, sekarang bagi Seruni semua itu hanyalah ilusi, tak beda dengan mimpi.

Minggu, 10 Juni 2012 0 komentar

10 Film Pertama di Indonesia


1. Loetoeng Kasaroeng (1926)
http://hermawayne.blogspot.com
Loetoeng Kasaroeng adalah sebuah film Indonesia tahun 1926. Meskipun diproduksi dan disutradarai oleh pembuat film Belanda, film ini merupakan film pertama yang dirilis secara komersial yang melibatkan aktor Indonesia.

2. Eulis Atjih (1927)
http://hermawayne.blogspot.com
Sebuah film bisu bergenre melodrama keluarga, film ini disutradarai oleh G. Kruger dan dibintangi oleh Arsad & Soekria. Film ini diputar bersama-sama dengan musik keroncong yang dilakukan oleh kelompok yang dipimpin oleh Kajoon, seorang musisi yang populer pada waktu itu. Kisah Eulis Atjih, seorang istri yang setia yang harus hidup melarat bersama anak-anaknya karena ditinggal suaminya yang meninggalkannya untuk berfoya-foya dengan wanita lain, walaupun dengan berbagai masalah, akhirnya dengan kebesaran hatinya Eulis mau menerima suaminya kembali walaupun suaminya telah jatuh miskin.

3. Lily Van Java (1928)
http://hermawayne.blogspot.com
Film yang diproduksi perusahaan The South Sea Film dan dibuat bulan Juni 1928. Bercerita tentang gadis yang dijodohkan orang tuanya padahal dia sudah punya pilihan sendiri. Pertama dibuat oleh Len H. Roos, seorang Amerika yang berada di Indonesia untuk menggarap film Java. Ketika dia pulang, dilanjutkan oleh Nelson Wong yang bekerja sama dengan David Wong, karyawan penting perusaahaan General Motors di Batavia yang berminat pada kesenian, membentuk Hatimoen Film. Pada akhirnya, film Lily van Java diambil alih oleh Halimoen. Menurut wartawan Leopold Gan, film ini tetap digemari selama bertahun-tahun sampai filmnya rusak. Lily van Java merupakan film Tionghoa pertama yang dibuat di Indonesia.

4. Resia Boroboedoer (1928)
http://hermawayne.blogspot.com
Film yang diproduksi oleh Nancing Film Co, yang dibintangi oleh Olive Young, merupakan film bisu yang bercerita tentang Young pei fen yang menemukan sebuah buku resia (rahasia) milik ayahnya yang menceritakan tentang sebuah bangunan candi terkenal (Borobudur). Diceritakan juga di candi tersebut terdapat sebuah harta karun yang tak ternilai, yaitu guci berisi abu sang Buddha Gautama.

5. Setangan Berloemoer Darah (1928)
Film yang disutradarai oleh Tan Boen San, setelah pencarian di beberapa sumber, sinopsis film ini belum diketahui secara pasti.

6. Njai Dasima I (1929)
http://hermawayne.blogspot.com
Film ini berasal dari sebuah karangan G. Francis tahun 1896 yang diambil dari kisah nyata, kisah seorang istri simpanan, Njai (nyai) Dasima yang terjadi di Tangerang dan Betawi/Batavia yang terjadi sekitar tahun 1813-1820-an. Nyai Dasima, seorang gadis yang berasal dari Kuripan, Bogor, Jawa Barat. Ia menjadi istri simpanan seorang pria berkebangsaan Inggris bernama Edward William. Oleh sebab itu, akhirnya ia pindah ke Betawi/Batavia. Karena kecantikan dan kekayaannya, Dasima menjadi terkenal. salah seorang penggemar beratnya Samiun yang begitu bersemangat memiliki Nyai Dasima membujuk Mak Buyung untuk membujuk Nyai Dasima agar mau menerima cintanya. Mak buyung berhasil membujuk Dasima walaupun Samiun sudah beristri. Hingga akhirnya Nyai Dasima disia-siakan Samiun setelah berhasil dijadikan istri muda.

7. Rampok Preanger (1929)
Ibu Ining tidak pernah menduduki bangku sekolah, tahun 1920-an adalah seorang penyanyi keroncong terkenal pada Radio Bandung (NIROM) yang sering pula menyanyi berkeliling di daerah sekitar Bandung. Kemudian ia memasuki dunia tonil sebagai pemain sekaligus sebagai penyanyi yang mengadakan pagelaran keliling di daerah Priangan Timur. Main film tahun 1928 yang berlanjut dengan 3 film berikutnya. Film-film itu seluruhnya film bisu. Ketika Halimoen Film ditutup tahun 1932, hilang pulalah Ibu Ining dari dunia film. Namun sampai pecahnya PD II, ia masih terus menyanyi dan sempat pula membuat rekaman di Singapura dan Malaya. Pada tahun 1935 ia meninggal dunia dalam usia 69 tahun karena sakit lever.

8. Si Tjonat (1929)
Cerita dalam film ini berputar pada kisah seseorang yang dijuluki si Tjonat. Nakal sejak kecil, si Tjonat (Lie A Tjip) melarikan diri ke Batavia (Jakarta) setelah membunuh temannya. Di kota ini ia menjadi jongos seorang Belanda, bukannya berterima kasih karena mendapat pekerjaan, ia juga menggerogoti harta nyai tuannya itu. Tak lama kemudian ia beralih profesi menjadi seorang perampok dan jatuh cinta kepada Lie Gouw Nio (Ku Fung May). Namun cintanya bertepuk sebelah tangan, penolakan Gouw Nio membuatnya dibawa lari oleh si Tjonat. Usaha jahat itu dicegah oleh Thio Sing Sang (Herman Sim) yang gagah perkasa.

9. Si Ronda (1930)
http://hermawayne.blogspot.com
Film ini disutradaria oleh Lie Tek Swie & A. LOEPIAS (Director of Photography), dan dibintangi oleh Bachtiar Efendy & Momo. Film ini bercerita tentang kisah seorang jagoan perkelahian yang mengandung unsur kebudayaan Cina.

10. Boenga Roos dari Tjikembang (1931)
http://hermawayne.blogspot.com
Film bersuara pertama di Indonesia, film ini menceritakan tentang hubungan antar etnis Cina & pribumi. Dalam film ini, The Teng Chun bertindak sebagai sutradara dan kamera. Cerita ini dikarang oleh Kwee Tek Hoay dan pernah dipentaskan Union Dalia Opera pada 1927, meskipun cuma ringkasan cerita saja, yaitu tentang Indo-Tiongha. Dan film ini diberitakan oleh pengarangnya film Cina buatan Java ini adalah karya Indo-Tiongha.

Bonus
Darah dan Doa (1950), film pertama Indonesia yang dibuat oleh orang Indonesia
http://hermawayne.blogspot.com
Darah dan Doa adalah sebuah film Indonesia karya Usmar Ismail yang diproduksi pada tahun 1950 dan dibintangi oleh Faridah. Film ini merupakan film Indonesia pertama yang sepenuhnya dibuat oleh warga pribumi. Film ini ialah produksi pertama Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini), dan tanggal syuting pertama film ini 30 Maret 1950, yang kemudian dirayakan sebagai Hari Film Nasional. Kisah film ini berasal dari skenario penyair Sitor Situmorang, menceritakan seorang pejuang revolusi Indonesia yang jatuh cinta kepada salah seorang Belanda yang menjadi tawanannya.

Sumber : perfilman.pnri.go.id
Minggu, 13 Mei 2012 0 komentar

rindu menulis

yang terpenting menurut saya adalah membangun rasa untuk terus yakin bahwa saya bisa. hidup itu terus berjalan, tanpa ada jeda waktu yang dapat diputar ulang karena ingin kembali kepada masa lalu dalam ingatan yang terasa nyaman. membangun adalah salah satu jalan untuk memperbaiki bagamaina sebuah kehidupan itu.. agar mendapatkan kenyaman dimanapun saya berada.. seperti rajah pada kaki saya, sebuah tanda dari tumbuhan pakis yang mampu tumbuh liar dimanapun dia berada. *gejala mensugesti diri !!! but i believe its!!


jakarta, 13 maret 2012
00:45 WIB
Sabtu, 17 Maret 2012 4 komentar

PANYU-DARA


Dara memiliki empat tatto ditubuhnya, dia bilang keputusannya membuat tatto adalah untuk mengidentifikasi tubuh, jika nanti ada yang membunuh dirinya lalu memotong-motong bagian tubuh itu, pasti potongan tubuh adalah  informasi faktual siapa bangkai malang tersebut. Inilah alasan Dara kepada orangtuanya ketika pertama kali memutuskan untuk merajah tubuh mulus dan lembut itu. Tapi waktu itu Ibu sempat mengkhawatirkan pandangan miring orang-orang terhadap anak perempuan satu-satunya yang cerdas ini. Dara bukan berkelenyit, kata-kata untuk menimpali omongan ibunya adalah sindiran pasti atas niatan terbesarnya, ia bilang.

“Ibu yang memberi makan tubuhku, sehingga dapat tumbuh sampai sekarang, aku yang merawatnya, Tuhan, agama, bahkan orang-orang tak punya hak mengatur tubuh mutlak milikku.”
Senin, 12 Maret 2012 3 komentar

Nasionalis Bulshit


Aku bukan durhaka di langit senja

Tapi begitu muak disenjakan negeri  tercinta

Nan ayu ia mengelabuhiku dengan warna jingga itu,


Aku tersentak lamunan sore yang mendepak

Dari tempat dudukku bersandar

Bersama sisa nikmat hujan tadi yang kini benar-benar buyar
Minggu, 11 Maret 2012 0 komentar

ini bukan status

ternyata dialah zat adiktif itu...

kecanduan ...
Sabtu, 10 Maret 2012 0 komentar

ABU, RAPUH DAN SAYA


Saya itu rapuh

Hanyalah seperti sebuah kayu basah

Meski tertawar oleh sumber api anda,

bertahun-tahun bahkan..

Saya tak berhasrat untuk membakar diri,

menjadi sedepa cahaya

TIDAK!!!!
Rabu, 07 Maret 2012 0 komentar

More Just A Friend


Ini bukan sekedar kebodohan,

tapi adalah sebuah keputusan mutlak.

Bahwa saya telah berkehendak untuk memanggutkan kepala,


Saya merajut sebuah penghargaan, dan atas keputusan itu

Rajutlah kembali dan tujukan untuk saya..

Karena kita sama-sama telah mengaku dewasa..


We’re more just a friend
Senin, 05 Maret 2012 0 komentar

word

Kemarin saya menonton film One Day... dan suka dengan kata-kata Emma kepada Dextor,
0 komentar

Hirarki Tai Babi


Saya heran dengan diri saya. Kemarin saya menyusun sebuah hipotesis, bahwa saya menentang orang-orang feodal, terlalu naif mereka meneguhkan hirarki sosial. Mungkin karena saya ini sedikit terinjeksi oleh pemikiran Karl Marx, yah, terlalu muluk entah apa yang mengganjal saraf otak saya ini, sok sosialis mungkin, mungkin pula sok berkiblat sebagai pengikut marxisme.

Tapi ternyata dan tanpa saya sadari saya adalah orang Jawa,
 
;